HTML Itu Apa? Yuk Bikin Halaman Web Pertama
Halo, Gabuters!
Di tulisan sebelumnya kita sudah melihat gambaran besar tentang bagaimana sebuah aplikasi web bekerja.
Kita bertemu HTML, CSS, JavaScript, backend, sampai database.
Banyak?
Lumayan. 😅
Tapi tenang, kali ini kita tidak akan membahas semuanya.
Kita akan mulai dari satu target yang jauh lebih sederhana:
membuat halaman web pertama kita sendiri.
Tidak ada login.
Tidak ada database.
Bahkan belum ada warna-warni.
Target kita cuma satu. Ketika sebuah file dibuka menggunakan browser, kita ingin muncul tulisan:
Halo, Gabuters!
Ini halaman web pertama saya.
Kedengarannya sederhana?
Memang.
Tapi dari halaman sesederhana inilah kita akan mulai memahami bagaimana sebuah website dibuat.
Sebelum Mulai, Kita Siapkan Alatnya Dulu
Untuk mengikuti tulisan ini, sebenarnya kita tidak membutuhkan banyak hal.
Cukup dua:
- Browser, misalnya Chrome, Edge, Firefox, atau browser lain yang biasa Gabuters gunakan.
- Code editor, yaitu aplikasi yang akan kita gunakan untuk menulis kode.
Untuk code editor, di seri ini saya akan menggunakan Visual Studio Code, atau biasanya cukup disebut VS Code.
Kenapa VS Code?
Sebenarnya bukan karena membuat HTML wajib menggunakan VS Code.
Bahkan kalau mau nekat, kita bisa membuat HTML menggunakan Notepad. 😄
Tapi ketika nanti kode kita mulai bertambah, code editor akan memberikan banyak kemudahan. Misalnya warna pada kode, bantuan penulisan, pencarian file, sampai berbagai fitur tambahan yang akan kita temui pelan-pelan.
Jadi daripada nanti pindah-pindah, kita mulai menggunakan code editor dari sekarang.
Install VS Code
Kalau VS Code sudah ada di komputer Gabuters, bagian ini bisa langsung dilewati.
Kalau belum, buka halaman resmi Visual Studio Code:
https://code.visualstudio.com/
Download versi yang sesuai dengan sistem operasi yang digunakan, lalu jalankan installer-nya.
Untuk pengguna Windows, pada dasarnya kita bisa mengikuti pilihan instalasi yang tersedia dan melanjutkannya sampai selesai.
Setelah terpasang, buka VS Code.
Tampilannya mungkin terlihat cukup ramai kalau baru pertama kali melihatnya.
Tenang.
Kita belum perlu memahami semua tombol yang ada di sana.
Untuk sekarang, kita cuma membutuhkan tempat untuk membuat dan mengedit file.
Catatan: Kita juga belum perlu memasang extension apa pun. VS Code bawaan sudah cukup untuk mengikuti artikel ini.
Nah, alat tempurnya sudah siap.
Sekarang kita bisa mulai membuat sesuatu.
Buat Tempat untuk Belajar HTML
Sebelum membuat file, buat sebuah folder baru di komputer.
Namanya bebas. Tapi supaya gampang mengikuti artikel ini, kita gunakan:
belajar-htmlLokasinya juga bebas.
Boleh di Documents, Desktop, atau folder khusus tempat Gabuters menyimpan project.
Setelah itu buka VS Code.
Pilih:
File → Open Folder
Kemudian pilih folder belajar-html yang baru saja dibuat.
Sekarang VS Code sedang membuka folder tersebut sebagai tempat kita bekerja.
Foldernya masih kosong.
Wajar.
Kita memang belum membuat apa-apa. 😄
Kita Cuma Butuh Satu File
Sekarang buat sebuah file baru di dalam folder belajar-html.
Beri nama:
index.htmlPerhatikan bagian belakangnya:
.htmlBagian tersebut memberi tahu bahwa file yang kita buat adalah sebuah file HTML.
Sedangkan index hanyalah nama file.
Nanti kita akan sering bertemu file bernama index.html, tetapi untuk
sekarang tidak perlu terlalu memikirkan kenapa namanya sering index.
Yang penting kita sudah punya satu file:
belajar-html/└── index.htmlDan file inilah yang akan menjadi halaman web pertama kita.
Tulis Sesuatu di Dalamnya
Buka index.html di VS Code, kemudian tuliskan:
<h1>Halo, Gabuters!</h1><p>Ini halaman web pertama saya.</p>Simpan file tersebut.
Di Windows, kita bisa menggunakan:
Ctrl + SSekarang buka folder belajar-html menggunakan File Explorer.
Double-click index.html.
Browser seharusnya terbuka dan menampilkan:
Halo, Gabuters!
Ini halaman web pertama saya.
Kalau tulisan tersebut sudah muncul di browser…
selamat. 😄
Memang belum cantik.
Bahkan mungkin kelihatannya seperti website tahun 90-an.
Tapi jangan diremehkan.
Gabuters baru saja membuat sebuah halaman web.
Tidak ada server.
Tidak ada framework.
Tidak ada proses instalasi yang aneh-aneh.
Untuk halaman sederhana ini, alurnya kira-kira seperti berikut:
flowchart LR
File[index.html] --> Browser
Browser --> Page[Halaman Web]Kita membuat file index.html, browser membacanya, kemudian browser
menampilkan hasilnya sebagai halaman web.
Sederhana, kan?
Kok Browser Tahu Mana yang Judul?
Sekarang coba kita lihat lagi kode yang tadi dibuat:
<h1>Halo, Gabuters!</h1><p>Ini halaman web pertama saya.</p>Kita menulis:
<h1>Halo, Gabuters!</h1>dan browser menampilkannya sebagai sebuah heading atau judul.
Sedangkan:
<p>Ini halaman web pertama saya.</p>ditampilkan sebagai paragraf.
Kok browser tahu?
Karena kita memberikan penanda pada tulisan tersebut.
Coba lihat bagian ini:
<h1>dan:
</h1>Keduanya disebut tag.
Tag pertama membuka bagian tersebut:
<h1>Kemudian kita punya isinya:
Halo, Gabuters!dan tag berikutnya menutupnya:
</h1>Gampangnya, kita sedang memberi tahu browser:
“Browser, tulisan ini adalah heading utama.”
Begitu juga ketika kita menulis:
<p>Ini halaman web pertama saya.</p>Kita sedang memberi tahu browser:
“Kalau yang ini sebuah paragraf.”
Browser kemudian membaca struktur yang kita berikan dan menentukan bagaimana bagian-bagian tersebut ditampilkan.
Dan sekarang kita mulai masuk ke inti pembahasan kita.
Jadi, HTML Itu Apa?
HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language.
HTML digunakan untuk memberikan struktur dan makna pada isi sebuah halaman web.
Misalnya kita ingin mengatakan:
“Ini judul.”
“Ini paragraf.”
“Ini gambar.”
“Ini link.”
“Ini daftar.”
HTML menyediakan cara untuk memberi struktur tersebut.
Itulah kenapa HTML disebut sebagai markup language atau bahasa markup.
Kita memberikan semacam penanda pada konten supaya browser memahami struktur dokumennya.
Ada satu hal yang juga sering membingungkan ketika baru mulai belajar:
HTML bukan bahasa pemrograman.
HTML tidak kita gunakan untuk membuat logika seperti:
“Kalau pengguna sudah login, tampilkan halaman ini.”
atau:
“Kalau total belanja lebih dari Rp500.000, berikan diskon.”
Untuk hal-hal seperti itu nanti kita membutuhkan teknologi lain.
Untuk sekarang tugas HTML lebih sederhana:
menentukan struktur dan makna dari konten halaman kita.
Tapi HTML Kita Belum Lengkap
Kode yang kita buat tadi memang bisa dibuka oleh browser:
<h1>Halo, Gabuters!</h1><p>Ini halaman web pertama saya.</p>Tapi sebuah dokumen HTML biasanya memiliki struktur yang lebih lengkap.
Sekarang ubah isi index.html menjadi:
<!DOCTYPE html><html lang="id"><head> <meta charset="UTF-8"> <title>Website Pertama Saya</title></head><body> <h1>Halo, Gabuters!</h1> <p>Ini halaman web pertama saya.</p></body></html>Kelihatannya langsung jauh lebih banyak. 😅
Tenang.
Kita tidak perlu menghafalnya.
Mari kita lihat gambaran besarnya saja.
<!DOCTYPE html>
<!DOCTYPE html>Bagian ini memberi tahu browser bahwa dokumen yang sedang dibaca menggunakan HTML modern.
Untuk sekarang, cukup biasakan menaruhnya di bagian paling atas dokumen HTML.
<html>
<html lang="id">Bagian ini membungkus dokumen HTML kita.
lang="id" memberi informasi bahwa bahasa utama halaman tersebut adalah
bahasa Indonesia.
Kita belum membahas bagian lang="id" secara detail karena itu
berkaitan dengan sesuatu yang disebut attribute.
Nanti kita akan bertemu dengannya lagi.
<head>
Kemudian ada:
<head> <meta charset="UTF-8"> <title>Website Pertama Saya</title></head>head berisi berbagai informasi mengenai halaman kita.
Sebagian besar informasi di dalamnya tidak tampil sebagai isi utama halaman.
Contohnya:
<title>Website Pertama Saya</title>Coba lihat tab browser setelah file disimpan dan browser di-refresh.
Seharusnya sekarang muncul tulisan:
Website Pertama Saya
Sedangkan:
<meta charset="UTF-8">membantu browser memahami karakter teks yang digunakan oleh halaman kita.
Untuk sekarang biarkan saja bagian itu seperti adanya.
Kita belum perlu nyemplung ke pembahasan encoding hanya karena ingin menampilkan tulisan “Halo, Gabuters!”. 😄
<body>
Terakhir kita punya:
<body> <h1>Halo, Gabuters!</h1> <p>Ini halaman web pertama saya.</p></body>Nah, bagian inilah yang berisi konten utama halaman kita.
Judul.
Paragraf.
Nantinya gambar, link, tombol, daftar, dan berbagai isi halaman lainnya juga akan banyak berada di sini.
Kalau disederhanakan:
HTML├── head → informasi tentang halaman└── body → isi halamanUntuk artikel pertama ini, pemahaman tersebut sudah cukup.
Sekarang Coba Ubah Sendiri
Jangan cuma membaca kode saya.
Coba utak-atik sedikit. 😄
Ubah bagian:
<body> <h1>Halo, Gabuters!</h1> <p>Ini halaman web pertama saya.</p></body>menjadi:
<body> <h1>BapakGabut</h1> <p>Ngoding, main game, dan ngulik apa saja.</p></body>Kemudian:
simpan file → kembali ke browser → refresh.
Tulisan berubah?
Kalau iya, Gabuters sekarang sudah melakukan salah satu siklus yang akan sangat sering dilakukan ketika membuat halaman web:
flowchart LR
Code[Ubah HTML] --> Save[Simpan]
Save --> Refresh[Refresh Browser]
Refresh --> Result[Lihat Hasil]
Result --> CodeUbah kode.
Simpan.
Refresh.
Lihat hasilnya.
Tidak sesuai?
Ubah lagi.
Simpan lagi.
Refresh lagi.
Begitu terus sampai tiba-tiba sadar sudah jam dua pagi. 😅
Selamat datang di dunia ngoding.
Kok Halamannya Masih Jelek?
Kalau sekarang Gabuters melihat halaman yang baru dibuat dan berpikir:
“Kok cuma tulisan hitam dengan background putih?”
Betul.
Memang begitu. 😄
Tapi itu bukan berarti HTML kita salah.
Ingat kembali pembahasan sebelumnya.
HTML bertugas memberikan struktur dan makna pada halaman.
Kalau kita ingin mengatur warna, ukuran, jarak, posisi, background, dan berbagai urusan penampilan lainnya, kita akan membutuhkan sesuatu yang lain.
Namanya CSS.
Tapi jangan buru-buru ke sana.
Untuk sekarang biarkan website kita jelek dulu.
Kita masih belajar membangun rumahnya. Urusan cat tembok belakangan. 😄
Sebelum mulai mempercantik halaman, masih ada beberapa hal tentang HTML yang perlu kita pahami.
Kita Baru Kenal Dua Tag
Sampai sini kita sebenarnya baru benar-benar menggunakan beberapa tag HTML.
Kita sudah tahu bahwa:
<h1>Judul</h1>digunakan untuk heading utama.
Dan:
<p>Paragraf</p>digunakan untuk paragraf.
Tapi sebuah halaman web tentunya tidak hanya berisi judul dan paragraf.
Bagaimana kalau kita ingin membuat link?
Menampilkan gambar?
Membuat daftar?
Atau memberikan informasi tambahan pada sebuah tag?
Untuk melakukan itu, kita perlu mengenal lebih banyak tag HTML.
Kita juga akan mulai bertemu dua istilah lain:
element dan attribute.
Itulah yang akan kita ulik di tulisan berikutnya:
Mengenal Tag, Elemen, dan Atribut HTML.
Untuk sekarang tidak perlu buru-buru.
Kalau Gabuters sudah berhasil membuat index.html, membukanya di
browser, mengubah isinya, lalu melihat hasil perubahannya…
berarti target kita kali ini sudah tercapai.
Dari sebuah file kosong, sekarang kita sudah punya halaman web pertama.
Memang masih jelek.
Tapi setidaknya jelek buatan sendiri. 😄
Kita lanjutkan dari sini.
HTML
BerjalanBagikan Artikel
Buat poster berbagi atau salin tautan artikel ini.
Lanjut membaca
Terakhir diperbarui pada , 0 hari yang lalu
Sebagian konten mungkin sudah tidak berlaku